Fed sebut manufaktur AS hadapi biaya tinggi akibat tarif

Washington (ANTARA News) – Perusahaan manufaktur Amerika Serikat menghadapi biaya input yang lebih tinggi karena kebijakan tarif pemerintah Presiden Donald Trump terhadap impor, kata laporan bank sentral AS, Federal Reserve, Rabu (Kamis WIB).

Menurut laporan Beige Book The Fed yang baru dirilis, aktivitas ekonomi mengalami perluasan di seluruh Amerika Serikat pada kecepatan sedang hingga moderat antara September dan pertengahan Oktober.

Laporan itu mengatakan bahwa produsen-produsen AS di sebagian besar wilayah melaporkan pertumbuhan output yang moderat, sementara pekerjaan juga meningkat “secara sedang atau moderat” di seluruh negara tersebut.

“Pengusaha di seluruh AS terus melaporkan pasar tenaga kerja yang ketat dan kesulitan menemukan pekerja berkualitas, termasuk insinyur yang sangat terampil, profesional keuangan dan penjualan, pekerja konstruksi dan manufaktur, profesional TI, dan pengemudi truk,” sebut laporan The Fed, dikutip dari Xinhua.

Namun, bank sentral mencatat bahwa tarif impor AS mendorong harga lebih tinggi sesuai dengan informasi dari 12 Bank Federal Reserve regional di seluruh negara itu.

“Produsen-produsen melaporkan kenaikan harga barang-barang jadi karena karena biaya bahan baku seperti logam naik, yang dikaitkan dengan tarif,” kata The Fed dalam laporannya.

Federal Reserve Bank of Chicago, yang mengawasi wilayah midwest Amerika Serikat, mengatakan bahwa pengecer di berbagai sektor memperkirakan konsumen melihat dampak dari tarif AS atas impor pada awal 2019.

The Fed Boston, yang menghadap ke bagian timur laut negara itu, mencatat bahwa harga mobil baru juga diperkirakan akan meningkat “secara signifikan” untuk menutupi beban tarif yang diberlakukan baru-baru ini.

The Fed Dallas, yang mengawasi Negara Bagian Texas, Louisiana utara dan selatan New Mexico, mencatat bahwa sekitar 60 persen dari produsen mengatakan tarif yang diumumkan atau dilaksanakan tahun ini telah menghasilkan peningkatan biaya “input”.

Bank-bank Federal Reserve di distrik-distrik lain juga melaporkan bahwa pengusaha-pengusaha lokal menyatakan keprihatinan mereka atas tarif.

Awal tahun ini, AS telah memberlakukan tarif impor dari beberapa mitra dagang, memicu kekhawatiran tentang harga yang lebih tinggi di antara para pelaku pasar.

Baca juga: Fed katakan normalisasi moneter AS masuki tahap akhir
Baca juga: Respons pertemuan Fed, rupiah melemah jadi Rp15.213

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018