Kirab Satu Negeri ingatkan masyarakat agar terus mencintai NKRI

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski terik sinar matahari menyengat, tidak mengurangi semangat dan antusiasme ratusan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser se DKI Jakarta mengikuti gelar apel Kirab Satu Negeri (KSN) 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (14/10).

Pejabat TNI/Polri dan masyarakat dari lintas agama juga turut hadir dalam apel Kirab Satu Negeri bertajuk ‘Bela Agama, Bela Bangsa, dan Bela Negeri. Pada kesempatan tersebut, Pataka Bendera Merah Putih Kirab Satu Negeri dari tiga zona, yakni Sabang, Miangas, dan Rote diserahkan ke PW GP Ansor DKI Jakarta. Kegiatan yang diprakarsai oleh Pimpinan Pusat GP Ansor ini, sebelumnya telah digelar secara serentak di lima daerah pada 16 September 2018 lalu.

Saefullah, Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, yang hadir dalam apel KSN 2018 mengapresiasi agenda ini karena dinilai positif untuk terus mengingatkan masyarakat agar senantiasa mencintai negara ini, dan menyuarakan persamaan bagi setiap warga Indonesia. “Kami memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Kirab Satu Negeri GP Ansor. Melalui Kirab Satu Negeri, masyarakat diingatkan untuk mencintai negeri ini,” katanya.

Menurut Ketua GP Ansor DKI Jakarta Abdul Aziz, tagline #KitaIniSama Bela Agama, Bangsa, dan Negeri, merupakan komitmen GP Ansor agar tetap selalu menyuarakan kesamaan bagi setiap warga dan masyarakat di Indonesia serta bersemangat untuk selalu membela agama, bangsa, dan negeri. “Kegiatan Kirab Satu Negeri ini merupakan komitmen GP Ansor terhadap kesetiaan menjaga NKRI, Pancasila sebagai dasar negara dan sumpah sebagai anak bangsa tentang bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu,” tukasnya.

Tak cuma itu, penyelengagran apel KSN 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah memerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, serta berjuang dari segala pengganggu NKRI. Dalam konteks saat ini, GP Ansor melihat perkembangan ada sekelompok kecil yang mengganggu konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Setelah apel, acara dilakukan doa dan upacara tabur bunga para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata. Sebelumnya, diadakan berbagai macam pertunjukan, mulai dari marching band, palang pintu, dan tarian tradisional. Asal tahu saja, agenda KSN 2018 yang diselenggarakan di Jakarta adalah bagian dari rangkaian panjang agenda kirab yang digelar di 34 provinsi di Indonesia. Puncaknya akan dilangsungkan di Yogyakarta pada 24 Oktober 2018 mendatang dan dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, kirab bertema “Bela Agama Bangsa Negeri” ini digelar dengan tujuan memperkokoh konsensus kebangsaan di tengah berbagai kemelut dan ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini. Kirab ini tujuannya untuk mengokohkan konsensus nasional bangsa Indonesia (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945), menguatkan fungsi agama sebagai rahmah dan sumber perdamaian. “Juga menjadikan Indonesia sebagai inspirasi bagi dunia dalam hal kehidupan yang majemuk dan damai,” tutur Gus Yaqut, sapaan akrab Ketua Umum GP Ansor.

Melalui kirab ini, kata dia, GP Ansor mengajak masyarakat  untuk semakin memahami  dan menghargai kemajemukan dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Berbagai keragaman seperti suku, adat, agama, dan bahasa adalah kekayaan yang sangat berharga nilainya. Menurut Yaqut, sikap saling menghargai berbagai keragaman tersebut seharusnya menjadi modal dasar untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis para pendiri negeri.

Selain itu, lanjut Gus Yaqut, Kirab Satu Negeri ini juga bertujuan untuk mengajak mayoritas masyarakat yang cenderung diam agar berani bersuara menghadapi ancaman sekelompok pihak yang ingin mengubah konsensus kebangsaan, terutama mempolitisasi agama demi tujuan-tujuan politiknya. “Saat ini kebhinekaan menghadapi ancaman dari kelompok yang memaksakan kepentingannya sendiri dan membahayakan keutuhan bangsa,” ungkap Gus Yaqut.

Kirab Satu Negeri, terang Gus Yaqut, juga diharapkan menjadi kampanye yang positif untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kerukunan di Indonesia bisa terwujud dengan baik karena kokohnya konsensus persatuan dan kebangsaan. Kebhinekaan yang dimiliki Indonesia terbukti menguatkan tali kebangsaan sehingga bisa menginspirasi terwujudnya perdamaian global.

Reporter: Dadan M. Ramdan
Editor: Dadan Ramdan

Reporter: Dadan M. Ramdan
Editor: Dadan Ramdan

PANCASILA