Korea Selatan (Korsel) pelajari perkembangan startup di Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Membangun startup berbasis teknologi adalah impian para anak muda di Indonesia. Hal serupa ternyata terjadi di Korea Selatan. Anak-anak muda di korea ternyata banyak yang bermimpi membangun startup besar. Dan Indonesia bagi para anak muda ini adalah surga untuk belajar lebih jauh soal lanskap startup.

Senior Manager Gyeonggi Center for Creative Economy & Innovation (GCCEI), Park Youn Sun menjelaskan, pihaknya datang karena melihat industri startup berkembang pesat, terutama melihat dukungan pemerintahnya yang sangat besar. 

“Tidak heran dari negara ini sudah lahir empat unicorn. Kami ingin belajar dari Indonesia,” ujar Park Youn Sung, dalam siaran persnya, Jumat (14/9).

Youn Sung bersama pemerintah Korea Selatan yang diwakili oleh departemen UKM, membawa 10 anak muda pendiri startup berbasis teknologi dari negara mereka untuk belajar dan melihat langsung perkembangan industri startup di Indonesia, mulai Senin (10/9) sampai Jumat (14/9).

Program bernama The 4th Industrial Revolution Hub Idea ini sejatinya adalah kompetisi startup atau hackaton, di mana dari situ terpilihlah 10 pemenang dan berkesempatan untuk berkunjung ke Indonesia. Sembilan dari mereka adalah mahasiswa, sementara satu orang lagi berasal dari sekolah menengah atas dan baru berusia 16 tahun.

Menurut Youn Sung, para pemenang sangat senang untuk belajar mengingat sudah ada GO-JEK, Traveloka, Tokopedia, dan terakhir BukaLapak yang berstatus unicorn di Indonesia. 

Dari keempatnya, BukaLapak menjadi unicorn yang disambangi. Selain mengenal lebih dekat, pemenang diajak untuk mengenal aspek bisnis serta kultur perusahaan yang mayoritas diisi oleh pegawai berusia sangat muda.

Para pemenang juga mendapatkan pembekalan berupa seminar atau sharing session bersama tim konsultan marketing MarkPlus, Inc. khususnya soal business outlook hingga customer behavior pattern di Indonesia.

Selain dianggap berkembang cepat karena keberadaan para unicorn, ada beberapa parameter lain yang membuat Indonesia dipilih sebagai negara tempat belajar.

“Dibanding Thailand dan Singapura, Indonesia adalah emerging market dengan populasi besar. Artinya pasarnya juga besar. Dan kami lihat masyarakat Indonesia sudah cukup baik dalam berbahasa Inggris. Itu menjadi pertimbangan juga,” ujar Senior Manager Global Startup Platform dari Universitas Gyeonggi, Claudia Hyun.

Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Yoyok

BISNIS START-UP

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.